Jaringan Berbasis Luas/ Wide Area Network (WAN)
APERSEPSI
Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengelolahan dan media distribusi infornasi. Abad ke-21 atau era-informasi, di mana teknologi jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan.
Sejak memasyarakatkannya internat dan dipasarkannya sistem operasi Windows 95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (LOCAL AREA NETWORK) sampai WAN (WIDE AREA NETWORK) menjadi mudah dan biasa.
A. Pengertian Wide Area Network (WAN)
Jaringan WAN adalah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan yang beradad di suatu area geografik yang besar. Beroperasi pada layer physical dan data link pada OSI layer. Lembaga-lembaga standarisasi jaringan WAN di antaranya,
a. International Telecomunication Union-Telecomunication Standardization Sector (ITU-T)
b. Consultative Comitte for International Telegraph and Telephone (CCITT)
c. International Organitation for Standardization (ISO)
d. International Engineering Task Force (IETF)
e. Electronics Industries Association (EIA)
1. Sejarah Wide Area Network (WAN)
Pada 1940-an ada penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Di 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya seperti komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntunan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinalah muncul konsep distribusi waktu yang dikenal sebgai TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan komputer diaplikasikan.
Selanjutnya konsep ini berkembang jadi proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah perkerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri di setiap host komputer. Selanjutnya harga komputer mulai menurun dan konsep distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya mulai beragam Peer to peer system tanpa melalui komputer pusat.
2. Jaringan Berbasis Luas (WAN)
adalah jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, dan bisa saling terhubung antarjaringan dari jarak jauh dan jaringan berbasis luas ini merupakan jaringan WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. Contoh yaitu jaringan antar wilayah
3. Hierarki Jaringan Bebasis Luas
berguna sebagai suatu cara untuk mendesain infrastruktur jaringan yang dapat diandalkan. Menyediakan cara pandang yang bervariasai mengenai sebuah network, mempermudah dalam mendesain dan membangun jaringan yang terskala. Terdiri dari:
a. Core Layer
memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan traffi pada keepatan yang sangat tinggi. Diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat mengganggu keepatan swith paket data dalam kecepatan tinggi, seperti acess-list checking, data encryption, address transation.
Core layer dikenal sebgai backbone antarjaringan
1) Tugas core layer
a) Melakukan design jaringan dengan keandalan yang tinggi
b) Melakukan desain untuk kecepatan dan latency yang rendah
2) Fungsi dari core layer
a) Mengatur Traffi (traffic swithcing)
b) Mengatur kapasistas traffic dan mengirim traffi dengan epat dan handal.
b. Distribution layer
terletak diantara acess layer dan core later dan membantu membedakan core jaringan inti dengan jaringan yang lain.
1) Tujuan
untuk memberikan batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju kejaringan inti. Mengatur routing updates, route summaries, Vlan traffi, dan address aggregation.
2) Fungsi
a) Routing (dalam satu aoutonomous system)
b) Filtering (dalam satu autonomous system)
c) Service handling
d) Mengendalikan konektivitas/policye
e) QOS
3) Tugas
yaitu routing antar layer atau antar subnet VLAN di access layer
c. Access Layer
berfungsi sebagai:
1) Mensuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control
2) daftar akses yang didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk
3) Memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi wide area, seperti framerelay, ISDN, atau leased lines
4) Mengendalikan akses pengguna dnegan workgroup ke sumber daya internetwork
5) Share bandwith, switched bandwith, MAC layer filltering, dan micro segmentation (NAT/subnetting)
4. Jenis Jenis Koneksi WAN
a. Leased line atau point to point atau dedicated connetions (koneksi yang disediakan khusus untuk pelanggan di mana bandwith nya khusus untuk pelanggan itu saja). Juga merupakan jalur komunikasi WAN dari CPE yang telah ditetapkan sebelumnya oleh service provider melalui switch DCE menuju CPE di lokasi remote yang memungkinkan jaringan jaringan DTE berkomunikasi setiap saat. Memberi koneksi seara terus menerus setiap saat dan dapat digunakan kapanpun, tentunya dengan biaya yang lebih mahal.
b. Circuit swithcing adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti panggilan telpon. memberikan koneksi seara terus menerus, namun hanya untuk sementara saja atau selama adna ingin melakukan komunikasi saja, akan menghemat biaya
c. Packet Swithching adalah sebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi data dalam paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network untuk berbagi kanal komunikasi yang sana secara serentak. Dapat berbagi bandwith dengan sesama pengguna untuk menghemat biaya. kekurangan hanya berjalan dengan baik jika transfer dat tidak berdsidat kontinu atau hanya diperlukan sewaktu waktu
5. Kelebihan dan Kelcmahan Jaringan Berbasis Luas (WAN) Dalam jaringam berbasis duas terdapat kelebihan dan kelemaham antara lain sebagai berikut.
a. Kelebihan dari jaringan berbasis luas Kelebihan dari jaringan berbasis luas antara lain:
1. Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas sehingga berbisnis dengan jarak jauh dapat terhubung dengan jaringan ini.
2. Dapat berbagi (share) software dan resources dengan koneksi workstations.
3. Pesan dapat dikirim dengan sangat cepat kepada orang lain pada jaringan in (bisa berupa gambar, suara, atau data yang disertakan dengan suatu lampiran).
4. Hal-hal yang mahal (seperti printer atau saluran telepon ke internet) dapat dibagi oleh semua komputer pada jaringan in tanpa harus membeli perangkat yang berbeda untuk setiap komputernya.
5. Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. Hal in untuk menghindari masalah di mana beberapa pengguna mungkin memiliki informasi lebih tua daripada yang lain
6. Berbagi informast/file (share) melalui area yang lebih besar
8. Besar jaringan penutup.
b. Kelemahan dari jaringan berbasis luas Kelemahan dari jaringan berbasis luas adalah sebagai berikut:
1. Biaya operasional mahal dan umumnya lambat.
2. Memerlukan firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.
3. Menyiapkan jaringan bisa menjadi pengalaman yang sangat mahal dan rumit.
4. Keamanan merupakan masalah yang paling nyata ketika orang yang berbeda memiliki kemampuan untuk menggunakan informasi dari komputer lain. Perlindungan terhadap hacker dan virus menambah kompleksitas lebih dan membutuhkan biaya.
5. Setelah diatur, memelihara jaringan adalah pekerjaan penuh waktu (full time) yang membutuhkan jaringan pengawas dan teknisi untuk dipekerjakan.
6. Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal atau kepentingan.
8. Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.
B. Teknologi Wide Area Network (WAN) Wide area network (WAN) digunakan untuk saling menghubungkan jaringan-jaringan yang secara fisik tidak saling berdekatan terpisah antarkota, propinsi, atau bahkan terpisahkan benua melewati batas wilayah negara satu sama lain. Saat ini banyak tersedia Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia layanan (ISP).
1. Fungi Teknologi Wide Area Network (WAN) Fungi Teknologi Wide Area Network (WAN) menurut definisinya digunakan sebagat berikut:
* Mengoperasikan jaringan area dengan batas geografi yang sangat luas.
* Memungkinkan akses melalui interfance serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah.
* Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand).
* Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah melewati area global yang luas.
2. Teknologi WAN Menghubungkan Perangkat WAN Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk di dalamnya adalah sebagai berikut:
a. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interfance WAN.
b. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth
WAN untuk
komunikasi data, voice, dan juga video.
c. Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance lavanan T1/El adalah
Terminal Adapters/Network
Termination I (TA/NTI) yang menginterfance layanan Intergrated
Services Digital Network (ISDN).
d. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halya LAN akan tetapi lebih difokuskan pada layer Physical dan Data link.
1) Data Link Laver WAN Protocol WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame di bawah antarsistem melalui jalur tunggal. Protocol-protocol ini didesain untuk beroperasi melalui koncksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefinisikan standard WAN yang umumnya menjelaskan metode-metode pengiriman layer physical dan juga kebutuhan-kebutuhan layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation Now control.
2) Layer Physical WAN
Layer Physical WAN menjelaskan interface antardata terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE).
Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan-layanan yang ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit/data service unit (CSU/DSU). Beberapa standard layer Physical menspesifikasi interface berikaut ini ElA/TIA-232, ETA/TIA-449, V.24, V.35, X.21, G. 703, EIA-530.
3. Protocol WAN layer Data Link
WAN mendefinisikan umumnya encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan line serial synchronous seperti dijabarkan berikut ini.
3. Protocol Wide Area Network (WAN) Protokol-protokol dalam WAN merupakan protokol dalam teknologi WAN yang bekerja pada layer physical dan data link pada model OSI 7 layer, di antaranya:
a. HDLC (High Level Data Link Control) dikembangkan oleh Synchronous data link control (SDLC) yang diciptakan oleh IBM sebagai sebuah protokol koneksi di layer data link (dalam OSI 7 layer).
b. PPP (Point-To-Point) adalah protokol standar industri, karena sera versi multiprotocol HDI.C bersifat proprictary, maka PPP dapat digunakan antuk menciplakan koneksi point-to-point antara perlengkapan dari vendor-vendor yang berbeda.
c. Frame Relay adalah sebuah protokol enkapsulasi layer data link dengan usaha terbaik dan akses yang dibagi (shared access) dan merupakan sebuah standar industri yang melayani beberapa rangkaian virtual dan protokol di antara mekanisme yang berhubungan. Diciptakan sebagai pengganti dari protocol X. 25.
d. ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui sambungan telepon yang ada. ISDN lebih cepat daripada sambungan dial up.
c. LAPB (Link Access Procedure Balanced) adalah sebuah protocol connection oriented pada layer data link untuk digunakan pada protocol X.25
f. ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah protokot yang diciptakan untuk lalu lintas data yang sensitive terhadap waktu, menyediakan transmisi suara, video dan data secara serentak. ATM menggunakan cell yang panjangnya 53 byte.
4. Komunikasi Wide Area Network (WAN)
Teknologi WAN tergantung pada pihak penyclenggara layanan seperti Telkom, Indosat untuk koneksi jarak jauh. Berikut in adalah diagram yang menjelaskan elemen-elemen dan fungsi-fungsi konsep teknologi WAN.
Pesan berjalan dari point ke point secara berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protokol yang digunaken yang meliputi:
a. Dedicated connections
b. Circuit-switched networks
c. Packet-switched networks
Jaringan-jaringan Dedicated dan Switched mempunyai sift koneksi yang selalu tersedia pada jaringan sementara Circuit Switched perlu membangun koneksi terlebih dahulu melalui mekanisme dial-up antarperangkat yang berkomunikasi.
5. Lavanan-Layanan WAN Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan ole penyedia layanan WAN seperti berikut.
a. PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN yang kuno dan banyak dipakai di seluruh dunia.
PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit
Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon di mana data dari digital pada sisi komputer dikonversikan ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.
b. Leased lines
Leased lines atau bisa disebut Dedicated line adalah teknologi
WAN menggunakan koneksi langsung permanen antarperangkat dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.
c. X.25 X.25 dispesifikasikan ole ITU-T suatu teknologi paket Switching
melalui PSTN.X.25 dibangun berdasarkan pada layer Physical dan Data Link pada model OSL.
Layanan X.25 ini yang bisa menggunakan line dedicated kepada PON untuk membuat koneksi WAN antara lain.
1. X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 kbps pada line analog.
2. X.25 menggunakan frame sebagai variabel ukuran paket.
4. Menyediakan deteksi error dan juga koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line analog yang berkualitas rendah.
d. Frame relay Frame relay adalah salah satu Teknologi WAN dalam pala Switching di mana komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi.
e. ISDN
ISDN (Integrated Services Digital Network)
mendefinisikas
standard dalam menggunakan line telepon analog untuk transmisi data
baik analog maupun digital.
f. ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah koneksi WAN
berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket switching
dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps.
ATM menggunakan cell berukuran kecil (53-byte) yang lebih mudah diproses dibandingkan cell variable pada X.25 atau frame relay antara lain sebagai berikut:
1. Kecepatan transfer bisa setinggi sampai 1.2 Gigabit.
2. Merupakan line digital berkualitas tinggi dan low noise dan tidak memerlukan error checking.
3. Bisa menggunakan media transmisi dari coaxial, twisted pair, atau fiber optic.
4. Bisa transmit data secara simultan.
C. Komponen dan Peralatam Wide Area Network (WAN)
Komponen dan peralatan Wide Area Network yaitu sebagai berikut.
1. Komponen Wide Area Network (WAN)
a. Repeater
Suatu sinyal listrik yang dikirim lewat suatu media perantara, semakin jauh dari pemancar akan makin melemah sehingga suatu sat tempat tertentu sinyal tersebut tidak dapat diterima dengan baik. Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak yang jauh.
b. Hub
Hub hanya berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki kecerdasan untuk menentukan tuiuan akhir informasi yang dikirim.
Perbedaannya dengan repeater, hub memiliki sejumlah port sehingga sering disebut juga multi-port repeater.
c. Brigde
Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge. Bridge bekerja pada lapisan data-link schingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komptuer yang berada pada jaringan.
d. Switch
Switch juga bekerja pada lapisan data-link, oleh sebab itu switch
disebut switch. lapisan kodua (Layer-2 switch).
e. Router
Router memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu mencruskan data ke alamat-alamat tujuan yang berada pada jaringan yang berbeda.
f. Routing switch
Routing Switch atau sering disebut switch lapisan ketiga (layer-3 switch) adalah gabungan antara switch dan router. Sehingga routing switch memiliki semua kemampuan switch ditambah dengan kemampuan untuk meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address melalui lapisan ketiga OSI

Comments
Post a Comment